<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1716098100526303891</id><updated>2011-11-08T06:56:30.163-08:00</updated><title type='text'>Anton_Budiarto</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://antonbudiarto.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1716098100526303891/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antonbudiarto.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>antonbudiarto52</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11579818482217229706</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>1</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1716098100526303891.post-4988351803404434999</id><published>2011-05-24T22:45:00.000-07:00</published><updated>2011-05-24T22:45:49.760-07:00</updated><title type='text'>Kenali Zat Kimia Berbahaya dalam Makanan</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;span class="title"&gt;&lt;/span&gt;     &lt;/h2&gt;&lt;div class="meta"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;          &lt;img align="left" alt=" " border="5" hspace="5" src="http://www.muslimdaily.net/berita/formalin.jpg" vspace="5" /&gt;Beberapa  waktu lalu masyarakat sempat digegerkan dengan bakso yang diawetkan  dengan formalin. Hal itu sempat membuat para pedagang bakso  kehilangangan para pelanggannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini Badan Pengawas  Makanan dan Obat-obatan (BPOM) menyebarluaskan pengetahuan masyarakat  tentang makanan berbahaya dalam leaflet yang berjudul "Mari Kita Hindari  Pangan yang Mengandung Rhodamin, Pewarna kuning Metanil, Borak dan  Formalin".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa zat pewarna dan pengawet yang seharusnya diketahui masyarakat karena bisa berbahaya bahkan menyebabkan kematian. &lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Rhodamin B&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Rhodamin  B adalah pewarna sintetis yang digunakan pada industri tekstil dan  kertas. Rhodamin B berbentuk serbuk kristal merah keunguan dan dalam  larutan akan berwarna merah terang berpendar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zat itu sangat  berbahaya jika terhirup, mengenai kulit, mengenai mata dan tertelan.  Dampak yang terjadi dapat berupa iritasi pada saluran pernafasan,  iritasi pada kulit, iritasi pada mata, iritasi saluran pencernaan dan  bahaya kanker hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila tertelan dapat menimbulkan iritasi  pada saluran pencernaan dan air seni akan berwarna merah atau merah  muda. Penyebarannya dapat menyebabkan gangguan fungsi hati dan kanker  hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyalahgunaan rhodamin B untuk pewarna makanan telah  ditemukan untuk beberapa jenis pangan, seperti kerupuk, terasi, dan  jajanan yang berwarna merah terang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri makanan yang  mengandung pewarna rhodamin B antara lain makanan berwarna merah  mencolok dan cenderung berpendar serta banyak memberikan titik-titik  warna karena tidak homogen. Segera hindari makanan dengan ciri tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Pewarna kuning Metanil &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Zat  pewarna kuning metanil adalah pewarna sintetis yang digunakan pada  industri tekstil dan cat berbentuk serbuk atau padat yang berwarna  kuning kecoklatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pewarna kuning metanil sangat berbahaya jika  terhirup, mengenai kulit, mengenai mata dan tertelan. Dampak yang  terjadi dapat berupa iritasi pada saluran pernafasan, iritasi pada  kulit, iritasi pada mata, dan bahaya kanker pada kandung dan saluran  kemih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila tertelan dapat menyebabkan mual, muntah, sakit  perut, diare, panas, rasa tidak enak dan tekanan darah rendah. Bahaya  lebih lanjutnya yakni menyebabkan kanker pada kandung dan saluran kemih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyalahgunaan  pewarna kuning metanil untuk pewarna makanan telah ditemukan antara  lain pada mie, kerupuk dan jajanan lain yang berwarna kuning mencolok  dan berpandar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri makanan yang mengandung pewarna kuning  metanil antara lain makanan berwarna kuning mencolok dan cenderung  berpendar serta banyak memberikan titik-titik warna karena tidak  homogen.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Formalin&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pengawet  formalin adalah larutan yang tidak berwarna dan bau yang sangat menusuk.  Di dalam formalin terkandung sekitar 37% formaldehid dalam air.  Biasanya ditambah metanol hingga 15% sebagai pengawet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Formalin  digunakan sebagai bahan perekat untuk kayu lapis dan desinfektan untuk  peralatan rumah sakit serta untuk pengawet mayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Formalin sangat  berbahaya jika terhirup, mengenai kulit, dan tertelan. Akibat yang  ditimbulkan berupa luka bakar pada kulit, iritasi pada saluran  pernafasan, reaksi alergi, dan bahaya kanker pada manusia. Bila tertelan  formalin sebanyak 30 mililiter atau sekitar 2 sendok makan akan  menyebabkan kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tertelan maka mulut, perut,  tenggorokan akan terasa terbakar, sakit menelan, muntah, mual, dan  diare. Tidak jarang juga menyebabkan pendarahan. Dapat mengkibatkan  kerusakan hati, jantung, otak, limpa, sistem syaraf pusat dan ginjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deteksi  farmalin kualitatif maupun kuantitatif secara akurat hanya dapat  dilakukan di laboratorium dengan menggunakan pereaksi kimia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ada beberapa ciri pangan berformalin yang dapat membantu membedakan dari makanan tanpa formalin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.Mie basah berformalin&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Tidak  rusak sampai dua hari pada suhu kamar (25 derajat celcius) dan bertahan  lebih dari 15 hari pada suhu lemari es (10 derajat celcius)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak lengket dan mie lebih mengkilap dibandingkan mie yang lain.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Tahu berformalin&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Tidak  rusak sampai tiga hari pada suhu kamar (25 derajat celcius) dan  bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es (10 derajat celcius).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tahu terlampau keras, kenyal namun tidak padat.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Ikan segar atau hasil laut berformalin&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Tidak rusak sampai tiga hari pada suhu kamar (25 derajat celcius)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Warna insang merah tua dan tidak cemerlang dan warna daging putih bersih. (fkr/rol).&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;b&gt;sumber: http://www.muslimdaily.net/berita/medis/1593/kenali-zat-kimia-berbahaya-dalam-makanan &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1716098100526303891-4988351803404434999?l=antonbudiarto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antonbudiarto.blogspot.com/feeds/4988351803404434999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://antonbudiarto.blogspot.com/2011/05/kenali-zat-kimia-berbahaya-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1716098100526303891/posts/default/4988351803404434999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1716098100526303891/posts/default/4988351803404434999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antonbudiarto.blogspot.com/2011/05/kenali-zat-kimia-berbahaya-dalam.html' title='Kenali Zat Kimia Berbahaya dalam Makanan'/><author><name>antonbudiarto52</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11579818482217229706</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
